oleh

Tantangan di Era Milenial, terutama dalam mengonsumsi informasi di era digital

AGUSSAIBUMI – “Mengenang mereka yang telah berkorban untuk tegak dan majunya bangsa Indonesia. Semoga para pahlawan beroleh tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT.”( Presiden Joko Widodo)
Peristiwa pertempuran Surabaya yang diperingati setiap tanggal 10 November berdasarkan Keppres No 316 Tahun 1959 sebagai Hari Pahlawan menjadi momentum setiap insan warga negara Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang mengantarkan Indonesia menuju pintu gerbang kemerdekaan.
Sekaligus, peringatan itu diharapkan menjadi pemicu semangat kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme yang ditransformasikan menjadi semangat membangun dan menjaga kedaulatan NKRI.
Pada masa itu, para tentara dan pejuang Indonesia berperang melawan tentara sekutu untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang baru saja diproklamasikan beberapa bulan sebelumnya.
Definisi pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Terkandung makna orang yang tergerak untuk mengerahkan segala tenaga, pikiran, jiwa, untuk dikorbankan demi kemanfaatan yang lebih luas. Semangat kepahlawanan juga mengandung arti menekan ego pribadi dan lebih untuk kepentingan bersama. Di masa sekarang, semangat kepahlawanan penting untuk ditumbuhkan guna menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini.
Pahlawan di era milenial memiliki medan perjuangan yang jauh berbeda dengan pahlawan di era penjajahan dahulu. Para pahlawan di era penjajahan berjuang di medan pertempuran melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Maka, saat ini para pahlawan milenial dihadapkan pada medan perjuangan yang berbeda. Berbagai permasalahan bangsa yang timbul saat ini merupakan tantangan bagi para pahlawan di era milenial.
Merenggangnya ikatan persatuan dan persaudaraan bangsa merupakan salah satu contoh medan pertempuran bagi pahlawan milenial. Permasalahan yang menyangkut isu SARA menjadi masalah darurat karena menyangkut kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.
Saling hujat, saling serang, mudah terprovokasi, saling tuduh antarsesama anak bangsa, menjadi tantangan bagi kita untuk berjuang mengembalikan bangsa ini dalam ikatan persaudaraan dan persatuan.
Semangat kepahlawanan di era milenial ialah tentang bagaimana berjuang mengembalikan bangsa ini dalam persatuan, persaudaraan, dan kedamaian. Sangat disayangkan apabila sejarah kerukunan bangsa Indonesia yang sudah tumbuh beratus-ratus tahun lamanya ini harus dihancurkan oleh kebencian yang disebabkan keserakahan dan perebutan kekuasaan di antara kelompok-kelompok tertentu.
Melalui pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 yang yang dilakukan Kodam Jaya/Jayakarta di wilayah Jakarta, mengajak generasi muda melalui pengimplementasian sasaran nonfisik. Seperti, pembekalan pengetahuan dan keterampilan kerja (mengemudi, kelistrikan, mesin, dan las), focus group discussion (FGD), ceramah tentang wawasan kebangsaan, nasionalisme. lalu, etika bermedia sosial, hoaks dan perang informasi, untuk menjadi pahlawan di era milenial ini yang memiliki kapabilitas, jiwa, dan semangat mengatasi permasalahan kebangsaan yang tidak kalah dengan jiwa dan semangat para pahlawan pejuang kemerdekaan.
Salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa ke-103 ialah agar generasi milenial ini dapat menjadi pahlawan-pahlawan yang dapat menyelamatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itulah, mereka harus dibekali. Pertama, dibekali nilai toleransi, rasa nasionalisme, persaudaraan, dan persatuan bangsa.
Hakikat toleransi ialah hidup berdampingan secara damai dan saling menghargai di antara keragaman. Toleransi dalam konteks demokrasi harus mampu membangun saling pengertian dan saling menghargai di tengah keragaman suku, agama, ras, dan bahasa (Forst, 2007). Ini ialah modal mendasar yang bisa membekali kita menjadi bangsa yang kuat, kukuh, sekaligus rukun dan damai. Pahlawan milenial ialah sosok yang memperjuangkan kepentingan bersama dengan terus mengobarkan semangat persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa.
Kedua, bijak dan kritis dalam menghadapi perang informasi (information warfare). Pahlawan milenial ialah orang yang memiliki kecerdasan, bijak, dan kritis dalam memilih dan memilah informasi, serta mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk bijak dalam bermedia sosial.
Generasi milenial erat kaitannya dengan media sosial. Hidup di dalam dunia teknologi, generasi milenial banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Berbagai perilaku baru muncul dan bahkan menjadi sebuah kebiasaan bagi millennials, baik yang positif dan negatif. Untuk itu, dituntut sikap kritis, kecerdasan, dan bijak dalam bermedia, terutama dalam mengonsumsi informasi di era digital.
Sikap kritis dan bijak dalam mengonsumsi informasi digital itu diharapkan dapat ditularkan dan mampu mengajak, mencerdaskan masyarakat luas, serta melindungi masyarakat dari pengaruh konten-konten negatif sehingga masyarakat akan selalu awas, bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial. Tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum diketahui kebenaran dan sumbernya yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.
Menjadi pahlawan di era milenial dapat dilakukan siapa saja sesuai dengan kemampuan, profesi, keterampilan individu masing-masing. Bangsa ini berharap banyak pada munculnya pahlawan-pahlawan milenial yang dapat merekatkan kembali persatuan dan kesatuan, dan, berjuang di ‘medan pertempuran’ menghadapi permasalahan bangsa saat ini. (MI)
 
#PolriPromoter #PemiluAmanSejukdanDamai #Pemilu2019AmandanDamai  @lambejeplak @lambeturah@seputarsemarang  @agussaibumi  #cegatanjogja #cegatansolo#cegatan #semarang #semaranghits#semarangexplore #jatenggayeng #jateng#jatengeksis #seputarindonesia#seputarsemarang #lambeturah @tribunjateng @tribunnews @zona_info@infokejadiansemarang@infosemaranghits@mediasemarangextreme@infocegatanseindonesia #jawa#jawatengah  @gadissosmed_@tribratanews @officialrcti @metrotv@mmtctv @cnnindonesia @kompastv@suara_merdeka @tvonenews @youtube@koboisarap @indosiar @tvrijateng  @antv_official @jawapos  @tempodotco@info_cegatan_boyolali@info.cegatan_jogja @info_cegatansolo@semarang_terbaru @semarangpsis@unnes_semarang @undip_semarang@kampusindonesia_ @nahdatul_ulama_@cb_jateng @ganjar_pranowo@kampussemarang @elshintanewsandtalk @elshintatv_jakarta @elshintadotcom @radioelshinta_smg @radioidolasmg @satgasnusantara #satgasnusantarapolri @tribratanews@polisi_peduli @polisi_kita @polisi_ku @polisi_masakini@ntmc_polri@dit.kamsel.polri@info_polri@polisii_indonesia@liputanpolri@merajut_kebhinekaan@lensa.polisi@satgasnusantara #SatgasAntiBlackCampaignJateng @SatgasAntiBlackCampaignJateng #SatgasPanganPolri #Natal #TahunBaru #Sembako #BBM #PolriPromoter 

banner 300250

News Feed