oleh

Wapres Ingin Kasus Dahnil Terbuka dan Transparan

hitamputih.co – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai kasus dugaan dana kemah yang melibatkan Ketua Pemuda PP Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak perlu diproses secara transparan terbuka dan juga adil.

Jusuf Kalla menilai saat ini kasus tersebut masih dalam proses awal dan apa yang saat ini muncul baru data pemeriksaan sehingga tidak dapat juga disebut hal itu merupakan suatu hal yang dicari-cari.

“Biar ini tenang dulu menjadi apa itu masalahnya jelas, baru kita selesaikan ini. Karena kan masing berbeda pandangan, dan kalau dari sisi hukum ini kan baru ada bukti-bukti baru diajukan. Buktinya lengkap atau apa,” tutur Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Selasa (27/11).

Oleh sebab itu menurut Wapres sebaiknya Dahnil mengikuti proses hukum yang ada. Sebab menurutnya semua orang harus mengikuti proses hukum tanpa terkecuali. Meski ia pun menekankan dalam proses tersebut harus transparan dan harus ada bukti yang cukup.

Jusuf Kalla menyadari kepolisian tentunya tidak bermaksud mengaitkan dengan politik dan hal ini hanya kebetulan semata yang kebetulan pelakunya memang melibatkan Dahnil yang posisinya juga sebagai Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai pemanggilannya sebagai saksi kasus dugaan korupsi kegiatan kegiatan kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 sebagai sesuatu yang dicari-cari dan merupakan konsekuensi sikapnya mengkritik pemerintah.

“Yang jelas saya sejak awal paham betul konsekuensi dari sikap saya mengkritisi pemerintah, kemudian bersikap terhadap pemerintah. Jadi saya termasuk terhadap pihak aparatur keamanan. Jadi kemudian sekarang gak tahu dicari-cari apa, nanti kita lihat masyarakat yang akan menilai,” kata Dahnil, Jumat (23/11).

Kegiatan kemah yang digelar di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017 itu diinisiasi Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Republik Indonesia dan melibatkan Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor.

“Tapi anehnya cuma kami yang diperiksa dan dicari-cari. Yang kedua, saya paham sekali ini konsekuensi dari sikap saya selama ini. Jadi udah dicari-carilah. Tapi nanti kita lihat pemeriksaannya bagaimana, kita tunggu saja,” tutur Dahnil. (MI)

 

@lambejeplak @lambeturah @seputarsemarang  #migsémara #cegatanjogja #cegatansolo #cegatan #semarang #semaranghits #semarangexplore #jatenggayeng  #jateng #jatengeksis #seputarindonesia #seputarsemarang #lambeturah @tribunjateng @tribunnews @zona_info @infokejadiansemarang @infosemaranghits @mediasemarangextreme @infocegatanseindonesia #jawa #jawatengah @gadissosmed_ @tribratanews  @officialrcti  @metrotv @mmtctv @cnnindonesia @kompastv @suara_merdeka @tvonenews @youtube @koboisarap @indosiar @tvrijateng @antv_official @jawapos @tempodotco @info_cegatan_boyolali @info.cegatan_jogja  @info_cegatansolo @semarang_terbaru @semarangpsis @unnes_semarang  @undip_semarang @kampusindonesia_ @nahdatul_ulama_ @cb_jateng @kampussemarang @elshintanewsandtalk @elshintatv_jakarta @elshintadotcom @radioelshinta_smg @radioidolasmg @satgasnusantara   @merajut_kebhinekaan #psis 

banner 300250

News Feed