oleh

Kapolda Jateng soal Kapolsek di Rembang Wafat karena Corona: Punya Sakit Bawaan

SAIBUMI.ID – Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan anggotanya yang meninggal karena positif COVID-19 di Rembang memiliki penyakit penyerta sehingga kondisinya memburuk.
Hal itu disampaikan Luthfi usai menghadiri acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang. Menurutnya, anggota polisi tersebut menjabat sebagai kapolsek di Rembang.
“Yang meninggal kapolsek kita itu memang punya sakit bawaan, infeksi paru-paru, sehingga lebih mudah,” ucap Luthfi, Kamis (25/6).
Sementara, dua anggota lainnya yang tak dijelaskan secara detail oleh Luthfi saat ini masih menjalani karantina.
Selain 3 anggota di Rembang itu, kata Luthfi, belum ada lagi anggota di wilayahnya yang dilaporkan terpapar COVID-19.
“Anggota 3 ya, yang (positif COVID-19) di tempat kita, sekarang masih kita karantina. Yang di Rembang itu kan dua (yang masih dirawat),” ujarnya.
Temuan kasus positif pada anggotanya ini, kata Luthfi, tidak sampai berpengaruh pada pelayanan kepolisian. Termasuk di polsek tempat tugas anggota polisi yang meninggal dunia.
“Pelayanan kepolisian tetap (berjalan), kita tetap menggunakan protap penanganan COVID-19, silakan cek di tempat kita dari mulai cuci tangan jaga jarak dan lainnya,” ujarnya.
Luthfi mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena kegiatan kepolisian yang selama ini dilakukan tetap berjalan dengan protokol COVID-19.
“Imbauannya kepada masyarakat tidak usah panik, kita tetap melakukan kegiatan protokol kesehatan baik itu yang di tempat-tempat yang mungkin jadi kerumunan masyarakat maupun di tempat yang nanti jadi kegiatan masyarakat lainnya, jadi protokol kesehatan tetap kita lakukan sehingga mengurangi dampak daripada COVID itu menyebar,” jelasnya.
Patut diketahui, seorang anggota Polres Rembang meninggal dunia pada Selasa (23/6). Dia meninggal usai tiga hari dirawat di RSUD R Soetrasno Rembang karena positif terjangkit virus corona. (dealova)

News Feed