oleh

Polsek Tunjungan dan Dinporabudpar Hentikan Penggalian Liar  Benda Cagar Budaya

Polres Blora Polda Jawa Tengah – Polsek Tunjungan Polres Blora Polda Jawa Tengah bersama Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora menghentikan penggalian liar benda cagar budaya di wilayah hutan turut tanah dukuh Nglawungan Desa Tunjungan, Selasa (07/07/2020) malam.

Aktivitas yang diduga ilegal itu dihentikan setelah mendapat laporan dari kepala desa Tunjungan terkait penggalian liar yang bertujuan untuk mengambil benda cagar budaya berupa bekal kubur.

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan,S.I.K melalui Kapolsek Tunjungan AKP Budiyono,SH membenarkan telah dilakukan penghentian aktivitas tersebut bersama Dinporabudpar.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama di kecamatan Tunjungan agar berperan aktif untuk ikut melindungi potensi cagar budaya Blora.

“Bila ada temuan atau melihat ada aktivitas seperti itu mohon untuk melapor ke Dinporabudpar atau kepolisian setempat,” ucap Kapolsek Tunjungan, Rabu, (08/07/2020).
Menurutnya, sebanyak 18 orang yang sedang melakukan aktivitas pencarian dan penggalian dengan memakai berbagai peralatan termasuk puluhan metal detektor yang kini telah diamankan dan dimintai keterangan oleh Polsek Tunjungan.

Berdasarkan keterangan, pelaku mengaku mencari benda-benda kuno cagar budaya untuk dijual guna mendapatkan uang.

Kepala Dinporabudpar Blora, Slamet Pamuji, SH, M.Hum membenarkan telah menerima laporan Kepala Desa Tunjungan, Yasir.

“Sejatinya di kawasan itu memang belum terdata tetap. Jadi sebagai tindak lanjut kami menugaskan bidang kebudayaan untuk melakukan peninjauan dan mendatangi lokasi tersebut, hingga akhirnya aktivitas itu diberhentikan oleh aparat keamanan,” katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar M. Solichan Mochtar, SH, AP didampingi kepala seksi sejarah dan kepurbakalaan Eka Wahyu Hidayat, S.Pd mengungkapkan bahwa penggalian liar yang telah dilakukan oleh pelaku bertujuan mengambil benda cagar budaya (bekal kubur) tanpa ijin patut diduga melanggar UU no 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

“Kegiatan pencarian benda cagar budaya hanya sah apabila dilakukan dengan ijin penelitian yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang,” terangnya.

Menurut dia, para pelaku disinyalir warga desa Ngawenombo kecamatan Kunduran, Blora.
Dari pendekatan persuasif  yang dilakukan Polsek Tunjungan dan Dinporabudpar  mereka diberikan pembinaan dan penjelasan tentang peraturan dalam pelestarian cagar budaya.

“Mereka diminta menandatangani pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum dan diperbolehkan pulang,” kata dia.
Untuk memberikan efek jera maka 12 alat metal detektor sementara ditahan di polsek Tunjungan. Hal ini disepakati setelah kepala desa Ngawenombo juga hadir dalam mediasi untuk ikut menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Eka juga menjelaskan, bahwa berdasar pemantauan petugas cagar budaya Dinporabudpar, saat ini kabupaten Blora disinyalir menjadi sasaran para pencari harta karun melalui kegiatan penggalian liar di situs-situs yang tersebar di 16 kecamatan di Blora.
Kebanyakan justru pelaku dari luar Blora dan cenderung ditiru oleh masyarakat yang tidak tahu bahwa itu melanggar hukum dan ada sangsi pidana yang jelas berdasar Undang-Undang.

(Bripka Arip Nirwanto, S.H. – Humas Polres Blora)

Bidhumas Polda Jawa Tengah – Obyektif – Dipercaya – Partisipasi

News Feed