oleh

Satreskrim Polres Magelang Berhasil Mengungkap Kasus Aborsi

Satreskrim Polres Magelang berhasil mengungkap kasus aborsi dengan modus operandi meminum ramuan yang diracik oleh seorang dukun. Ramuan tersebut berupa merica bubuk yang dicampur dengan minuman bersoda dan buah nanas yang dicampur dengan menggunakan blender.

Sepasang kekasih dan seorang dukun ditetapkan sebagai tersangka. Identitas tersangka tersebut adalah HYP(21), Laki-laki, dan SA(21) keduanya Warga Pacekelan Kab. Purworejo yang merupakan pasangan kekasih. Sementara SK(35), Laki-laki, warga Krasak Kec. Salaman Kab. Magelang merupakan seorang dukun yang membantu aborsi.

Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Magelang Akp Hadi Handoko, SH., S. I. K saat Konferensi Pers di Polres Magelang, Kamis(11/2/2021) Siang.

Lebih lanjut Akp Hadi Handoko mengatakan Tersangka ditangkap Penyidik Satreskrim Polres Magelang(5/1/2021) di tempat yang berbeda, ” Tersangka HYS dan SA ditangkap di rumahnya Pacekelan Kab. Purworejo. Sementara SK kami tangkap di Krasak Kec. Salaman Kab.. Magelang”, terang Akp Hadi Handoko.

Akp Hadi Handoko mengatakan, kasus aborsi tersebut terjadi di rumah tersangka SK pada 21 Desember 2020 lalu.

Kronologis perkara pada awalnya pasangan kekasih tersangka HYS dan SA diminta untuk menginap di rumah dukun aborsi  tersebut selama lima hari lamanya.

Setelah lima hari menginap di rumah dukun aborsi, tersangka  Siti Arivatun kemudian diminta untuk meminum sebuah ramuan yang diracik oleh si dukun. Ramuan tersebut berupa merica bubuk yang dicampur dengan minuman bersoda dan buah nanas yang dicampur dengan menggunakan blender.

“Selang satu jam kemudian, tersangka Siti diberi lagi minuman racikan tersebut dan perut Siti dipijit hingga keluar janin yang diperkirakan baru berumur 4 bulan,” katanya.

Menurutnya, setelah janin tersebut keluar ditutup dengan menggunakan kain putih dan dimakamkan oleh Sukron di pemakaman umum setempat.

Akp Hadi Handoko menambahkan, dalam menjalankan aksinya, tersangka SK meminta imbalan kepada pasangan kekasih yang keduanya masih menimba ilmu  di salah satu perguruan tinggi di Purworejo tersebut sebesar Rp 7.250.000.

Dari hasil menggugurkan kandungan tersebut, SK yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir tersebut membeli sebuah jam tangan merek terkenal dan beberapa barang lainnya.

Dia menjelaskan,  penangkapan tersangka Sukron, berawal dari status WA  pelaku  yang menuliskan  keterangan “hasil kerja keras.”

“Selain itu, sejumlah tetangga SK.juga curiga terhadap tersangka yang membawa ember serta meminjam cangkul, sebelum menuju  pemakaman umum  untuk mengubur janin tersebut,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan warga tersebut, Penyidik kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan  ketiga tersangka pada 5 Januari lalu.

Sukron mengaku, perbuatan menggugurkan kandungan tersebut baru pertama kali dilakukan, dan untuk mengetahui tekniknya ia belajar dari laman di  youtube.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku terancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan atau dengan maksimal Rp 3 miliar, karena melanggar paasal 80 ayat (3) UURI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

News Feed