oleh

Viral Demokrasi Tolak Otsus, Analis : Intervensi Kelompok separatis Papua Melalui Partai Internal Politik

SAIBUMI.ID – Videoviral tentang pernyataan sikap yang mengatasnamakan Partai Demokrat terkait situasi politik di Papua atas inisiatif dan dibuat secara sepihak. Hal ini disampaikan oleh satu anggota Partai Demokrat yang juga ikut dalam kegiatan tersebut.

“video itu diambil dari acara rapat koordinasi internal partai, awalnya saya tidak tau kalau ada agenda seperti itu. Karena saya dan beberapa orang sudah ada didalam ya kami ikuti saja,” ungkapnya saat dihubungi untuk tidak mengekspos namanya. (27/2)

Diketahui sebelumnya bahwa pernyataan tersebut mendesak setidaknya tiga poin permasalahan terkait penolakan aparat non-organik, penolakan pemekaran provinsi, dan penolakan otonomi khusus Papua.

Dikatakan juga aksi spontan tersebut dirasa cukup ceroboh. Pernyataan tersebut akan mengganggu stabilitas internal partai nantinya, dimana akan terjadi perpecahan, apalagi pada saat itu sekretaris Partai Demokrat Boy Markus Dawir tidak hadir.

“Jadi kami tidak tahu tentang adanya rencana pernyataan tersebut. Kami disuruh untuk foto bersama setelah disuruh untuk membaca pernyataan yang sudah dibuat,” ungkapnya merasa tidak nyaman setelah mengetahui video tersebut sudah beredar di Medsos.

Analis politik dan kebijakan publik, Karyono Wibowo mengatakan bahwa seruan sepihak erat kaitannya dengan adanya intervensi dari kelompok separatis prokemerdekaan di Papua.

“Dari seruan yang dilakukan, semua seolah berkaitan langsung dengan berbagai pernyataan yang keluar dari pentolan-pentolan kelompok separatis disana. Bisa jadi itu intervensi,”

Peristiwa yang terjadi di Papua semakin mengguncang internal Partai Demokrat secara menyeluruh baik tingkat regional maupun pusat, sebab dalam tingkat nasional pun, mencuat kabar tentang ancaman kudeta kepada Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Atas berbagai konflik yang terus terjadi, pengamat politik sekaligus Direktur Political And Public Policy Studies (P3s), Jerry Massie memprediksi Partai Demokrat bisa terbelah menjadi dua kubu.

Hingga saat ini, tim mencoba menghubungi Boy Markus Dawir selaku Sekretaris Partai Demokrat terkait situasi di Partai Demokrat namun belum ada respon.

News Feed