oleh

Tiga Orang Pelaku Expolitasi Terhadap Anak , Dibekuk Mapolresta Surakata

SAIBUMI.ID –Mapolres Surakarta menggelar Konfrensi Press pada Rabu kemarin (10/3/21), tentang perkara setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan , menyuruh melakukan atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak dan ungkap kasus tindak pidana tanpa hak memiliki , membawa , menggunakan senjata tajam dan secara bersama melakukan Kekerasan Terhadap Orang, hal ini disampaikan langsung oleh Kapolresta Surakarta Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi., di Hotel wilayah Gilingan, Banjarsari, Kota Surakarta.

Hadir dalam konfrensi Pres tersebut, diantaranya, Kasat Reskrim Kompol Purbo Adjar Waskito,SIK., Wakasat AKP Sri Widodo, SH., Kanit PPA AKP Dwi Erna Rustanti,S.Sos., dan Kasubbag Humas AKP Umi Supriati,S.Sos.

Dikatakan Kapolresta Surakarta Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi., dalam kasus perkara setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak.

“Hal ini berdasarkan adanya laporan Polisi Nomor : LP / A / 73 / III /2021/Jateng/Resta Ska, tanggal 06 Maret 2021 kemarin, diduga telah terjadi Tindak Pidana yang dilakukan pelaku terhadap korban,” Kata Kapolresta Surakarta, Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi.

Dijelaskan Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak, kejadian tersebut berdasarkan laporan dari ketiga korban yaitu ND, (15), D (16) dan R (16). Telah melakukan atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan / atau seksual terhadap anak anak ini.

Masih kata Ade, modus operandi mereka dengan cara menawarkan keduanya kepada orang yang mencari Open BO melalui Social Media, akun milik TSK . Disaat ada yang cari Open BO, lalu TSK Langit meminta untuk komen di kolom komentar, sambil TSk menuliskan Nomer Whats App miliknya.

“Selanjutnya, jika ada yang tertarik akan menghubungi TSK Langit melalui Whats App tersebut, kemudian mereka terjadi komunikasi dengan orang yang mencari BO tentang orang yang dicari, kemudian mengirim Foto ND dan D serta R, bersamaan dengan tarif atau peraturan bagi tamu jika saat BO,” Jelas Kombes. Pol. Ade Safri Simanjuntak,SIK.MSi.

Lanjutnya, bahwa korban ND dan D, ditawarkan dengan Tarif masing – masing Rp. 500 Ribu Rupiah, kepada pemesan BO tersebut. Sedangkan ketiga tersangka itu, Langit , Warga Jebres Kota Surakarta, WES , Warga Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan dan DAH, Warga Mojogedang , Kabupaten Karanganyar.

“Ketiga tersangka ini membagi tugas masing masing, dengan mengantar ND dan D ke Hotel di wilayah Gilingan, Banjarsari, Kota Surakarta, oleh WES dan DAH. Hal ini atas permintaan tamu yang sudah BO, untuk mengantar korban ND, ke Hotel setiap ada tamu yang BO,” ucap Kapolresta Surakarta ini.

Dikatakan Kapolresta Surakarta, dari tangan pelaku, Polisi mendapatkan barang bukti yaitu, Uang sebesar Rp. 1.080 juta, satu unit handpone redmi 4A, satu unit handpone Oppo, Satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna ungu dengan Nopol AD 6022 QS, Satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih dengan Nopol AD 4266 AEF dan Tas berisi Kondom disita.

“Pasal yang dikenakan kepada tersangka, mereka dijerat dengan Pasal 76 I Juncto Pasal 88 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, tentang Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak , dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan atau denda paling banyak Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah),” Pungkasnya. (Saibumi).

News Feed