oleh

Gelar Konfrensi Pers Di Polres Kebumen, Terkait Ledakan Petasan Yang menewaskan 4 Orang, Ini Yang Disampaikan Kapolda Jateng

Saibumi.id, KEBUMEN – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Kapolres Kebumen dan Dirlantas Polda Jateng beserta Pejabat Utama Polda Jateng menggelar konfrensi pers, terkait ledakan petasan yang terjadi di Desa Ngabean Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen yang menewaskan 4 orang dan 4 lainnya luka-luka

Dijelaskan Kapolda Jateng, dari hasil penyidikan inafis labfor dipastikan bahwa ledakan yang menewaskan 4 orang warga tersebut berasal dari bahan-bahan mercon atau yang di sebut dengan petasan. Hingga saat ini Polda Jateng telah memeriksa 16 orang. Kasus ini masih terus didalami petugas kepolisian untuk mencari sumber bahan peledak tersebut yang didapatkan oleh para pelaku.

“Dari TKP kita kembangkan sudah kita periksa hampir 16 orang, termasuk kita telusuri dari mana bahan mercon itu berasal,” terang Kapolda Jateng.

Sebelumnya, Kata Kapolda Jateng, Polres Kebumem telah melaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) meliputi kegiatan penyuluhan, pembinaan dan penindakan dengan sasaran petasan dan minuman keras serta penyakit masyarakat lainnya. Serta mengamankan hampir 4 kwintal bahan mercon. Bahkan seluruh jajaran Polda Jateng telah memusnahkan 72.000 pieces bahan mercon.

Menurutnya, Hal ini menandakan masyarakat belum memiliki kesadaran, bahwa bahaya petasan bisa mengancam jiwa dan keluarga. Karena, selain membahayakan diri sendiri atau orang lain, aktifitas itu juga bersifat pemborosan.

“Kasus ini akan kita kembangkan terus, untuk jadi pembelajaran masyarakat bahwa barang siapa yang menyimpan dan memguasai terkait bahan dengan bahan peledak apapun, akan dikenai sanksi pidana UU Darurat No.12 Tahun 1951,” tegas orang nomor satu di jajaran Polda Jateng ini.

Dari hasil pemeriksaan terhadap seorang pelaku yang saat ini juga masih di rawat di rumah sakit, lanjut Kapolda Jateng, didapat hasil bahwa para pelaku mendapatkan bahan mercon tersebut dari Pati dan dipesan secara online oleh para pelaku, yang digunakan saat malam Idul Fitri kemarin.

“Penyidik kita sudah berangkat kesana untuk minta keterangan, nanti akan kita akan gambarkan secara utuh perkembangan selanjutnya,” terangnya.

Di TKP, Masih Kata Kapolda, Polisi menemukan sebanyak 400 selongsong, namun karena ke empat pelaku tewas, hal ini menyulitkan polisi untuk mendapatkan keterangan dari pelaku yang juga menjadi korban meninggal.

“Dikarenakan pelaku atau korbanya meninggal semua, jadi kita tidak tahu itu mau dijual atau mau kemanakan barang barang bahan petasan tersebut sebelum meledak. Kita akan mencari keterangan lain dan kita akan selidiki dari mana asal bahan petesan tersebut,” ucapnya.

Akibat dari kejadian ini, Kapolda Jateng menghimbau kepada seluruh warga Jawa Tengah, untuk tidak main-main dengan petasan, sebab bisa menimbulkan kerugian yang tak sedikit, bahkan bisa mengancam jiwa dan keselamatan keluarga serta masyarakat. (Bud/Saibumi)

banner 300250

News Feed