oleh

Tertangkap basah, diduga jaringan mafia minyak transportir Depo Partamina Kumai

Saibumi.id, KALTENG – Beberapa transportir minyak dari Depo Partamina Kumai, kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah ini, diduga mengeluarkan sebagian minyak yang akan diantar ke konsumen, hal ini ditemukan dari beberapa Perusahaan yang berbeda. namun kegiatan yang dilakukan ini, sering disebut “Tanki Kencing di Jalan” ini dengan modus yang sama, bahkan hanya ada yang satu penampung saja.

Seperti halnya yang ditemukan oleh tim media ini dan rekan – rekan di salah satu gudang komplek Bundaran Monyet, pada hari Selasa (18/5/21) pagi kemarin. Nampak transpotir PT. DAENG PUTRA KANADA tengah melakukan aksinya.

Saat dikonfirmasi dengan sopir tanki PT. DAENG ini, tentang kenapa Segel Partamina terlepas? Dia mengatakan bahwa, kadang-kadang disegel kadang-kadang tidak, dan tidak semua tanki diperlakukan seperti itu, namun hanya tanki-tanki tertentu saja.

Sewaktu ditanya “kenapa?” Sopir ini mengatakan, “jika sampean mau lebih jelasnya, silahkan sampean tanya ke Depo Partaminanya saja pak,” ujar pria yang mengaku bernama Deka ini, Selasa pagi kemarin.

Terpisah, Manager Terminal Depo Partamina Kumai, Yani, menyangkal terkait pernyataan beberapa sopir yang disampaikan ini.

Menurut Yani, selama ini tak pernah adanya aduan atau konplin dari pihak kastamer/konsumen. Sebab, setiap tanki transportir, apabila sudah diisi pasti dicek terlebih dahulu dan langsung di-segel. “Dan jika memang ada kekurangan minyak, itu tanggung jawab transportir,” ucapnya.

Lebih lanjut, terkait mengenai segel yang faktanya didapati dengan mudah dan dipasang oleh sang sopir di TKP. “Seharuanya pihak coustamer juga memperhatikan antara DO yang ada dengan Segel yang terpasang itu, sebab siapa tahu segel itu dipalsukan,” Timpal Yani.

Tentu masih banyak lagi yang penting untuk diketahui tentang tindakan hukum oleh Penegak Hukum di Kobar mengenai jaringan mafia minyak, yang diduga terorganisir dengan rapi ini.

Kapolres Kobar, melalui Kapolsek Kumai, IPDA Rahis Fadhillah, menanggapi hal ini, memang, beredar juga di medsos, tentang Tanki Kencing ini, namun ia masih dalam tahap penyelidikan, hanya saja saat ini sedang terpioritaskan terhadap penanganan Covid-19 ini dulu, sesuai arahan Kapolda Kalteng.

“Karena personil kita terbatas, jadi terpaksa kita sikapi perlahan. Dan saya yakin, dengan bekerja sama gengan pihak media di lapangan, kita bisa mengungkap kejahatan Korupsi di tubuh BUMN dalam wilayah Kobar ini, khususnya di wilayah Kumai,” Ujar Rahis, kepada media ini, Rabu (19/5/21) siang tadi.

Dalam hal ini tentunya mengenai Pemalsuan Segel Partamina, dari mana para oknum ini mendapatkannya?

Dan jika benar yang dituduhkan beberapa Sopir Transportir ini, bahwa hal tersebut adalah permainan Operator Depo Partamina Kumai, yakni sebagai minyak titipan dari pihak Depo yang dijualkan ke beberapa Pengepul, setelah itu baru pasang segel. Jadi, tidak mengurangi minyak yang dikirim untuk coustamer.

Berarti sudah jelas, para pelaksana BUMN di Kobar ini telah melanggar Undang – Undang Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 dengan segala perubahan-nya. Dan masyarakat Kobar yakin, bahwa, jenis kejahatan Korupsi apapun yang bersekala besar, diduga mencapai Ratusan Miliyar Rupiah dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir di BUMN dalam Wilayah Kobar ini, secara perlahan tapi pasti akan dapat diungkap oleh Polres dan Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat. (Yd)

banner 300250

News Feed