oleh

Laksanakan Pelajaran Tatap Muka, Kepala Sekolah Dasar 1 Basarang Sampaikan Ini

Saibumi.id, KAPUAS – Mengingat masa pandemi Covid-19 masih belum berakhir, sedangkan kebutuhan belajar siswa disekolah baik secara daring dan Luring masih diberjalan dengan baik, tampak terlihat para siswa sudah mulai jenuh mengikuti pembelajaran lewat daring dan luring ini.

Selama pandemi Covid pelaksanaan daring dan luring di semua sekolah baik dari TK, SD, sampai SMP, ternyata hasilnya kurang efektip, mulai dari pemberian materi dan tugas yang sudah diberikan oleh guru kepada para siswa di sekolah hasilnya kurang memuaskan.

Hal ini menimbulkan kejenuhan untuk para siswa yang telah menerima materi bahan belajar yang diberikan oleh guru kepada mereka.

Melihat situasi yang demikian dengan adanya kerja sama yang baik antara guru dan orang tua siswa yang ada di Sekolah Dasar Negeri 1 Basarang di wilayah koordinator pendidikan Kecamatan Basarang, kabupaten kapuas.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Basarang, Amir Hamzah SP.d., kepada awak media ini Mengungkapkan, dengan terjalinnya nota hasil kesepakatan bersama, bahwa seluruh kegiatan BDR yang semula dilaksanakan di rumah, kini sudah dialihkan ke sekolah, lewat uji coba PTM di sekolah.

“Kegiatan ini berlangsung sejak bulan Mei kemaren dan kegiatan Ini semua dilaksanakan berdasarkan kebijakan sekolah,” Kata Amir, Rabu (2/06/21).

Dia juga memaparkan, bahwa sebelum kegitan BDR dilaksanakan di sekolahnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan koodinator pendidikan kecamatan basarang dan ketua gugus tugas covid 19 kecamatan.

“Kegiatan uji coba tatap muka ini, adalah kelanjutan dari pelaksanaan BDR sesuai SKB 5 menteri,” jelasnya.

“Kegiatan ini kami bagikan 2 sip setiap hari untuk tiap sip siswa yang masuk belajar ditentukan 15 orang, dengan tetap menggunakan prokes yang sangat ketat.
Sedangkan pertemuan ini kami laksanakan selama 3 hari dalam seminggu yaitu mulai pada hari Senin sampai hari Rabu, siswa yang masuk belajar diruang kelas bergantian kadang mulai kelas 1,2 dan 3, kemudian dan sampai kelas 4,5,dan 6 secara bergantian dan siswa tidak diperbolehkan turun semua,” tambahnya.

Sementara itu, menurut salah seorang guru yang mengajar di sekolah SD Negeri 1 Basarang, Kutinah mengatakan, dia sangat senang dengan adanya kegiatan BDR yang dilaksanakan di sekolah hasilnya sangat baik yang di sekolah ruangan cukup bagus dan bisa diatur jaga jarak antar siswa dan sarana prokes cukup banyak tersedia kemudian juga orang tua sangat mendukung kegiatan ini.

“Bayangkan waktu kami melaksanakan BDR pada salah satu rumah siswa yang kecil, dan kami sangat prihatin ketika mengumpul siswa untuk belajar di rumah itu, sedangkan ukuran rumah 3×6 meter tidak punya sarana prokes lagi kasihan sekali siswa,” ungkapnya.

Dia juga sempat melihat kondisi orang tua dan anak yang sering pergi keluar daerah mencari nafkah, dan kebanyakan mereka di sini penduduknya buruh dan petani jadi kegiatan BDR kurang efektif bila terus menerus di rumah, karena orang tua siswa terbatas sumber daya manusianya di daerah ini.

“Kami berharap dengan adanya uji coba tatap muka sebagai tindak lanjut BDR di sekolah ini, dapat memutus penyebaran covid dan juga memulihkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi,” ungkapnya.

Terpisah, koordinator pendidikan wilayah kecamatan basarang DR. Sulang,SE,.MM,.ketika dimintai komentarnya di ruang kerjanya kepada media ini mengatakan, menjelang tahun ajaran baru pada bulan Juli 2021 ini, sudah 400 orang guru yang sudah resmi terdaftar menerima vaksin.

Setiap kali pelaksanaan vaksin mendapat kouta 50 orang, dan kemaren ada perubahan jadwal dari hari sabtu dan Rabu menjadi setiap hari kerja sampai selesai.

Pelaksanaan vaksin tahap 1 bulan Juni ini dan untuk vaksin tahap kedua ini, dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Terkait hal ini sudah dilaksanakan untuk guru SMP dan lansia dan kemudian guru SD menyusul.

Dia sangat mendukung kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan oleh pihak sekolah SD Negeri 1 Basarang yang sudah melaksanakan kegiatan tatap muka sejak pelaksanaan ujian akhir sekolah kemaren.

“Saya juga menghimbau, agar sekolah yang sudah mulai belajar tatap muka selalu mematuhi protokol kesehatan apalagi memasuki tahun ajaran baru nanti, wajib melaksanakan ajuran protokol kesehatan agar tidak terpapar covid,” pungkasnya. (Sariansyah)

banner 300250

News Feed