oleh

Dua Orang Pelaku Curanmor Berhasil Di Tangkap Dirreskrimum Polda Jateng

Saibumi.id, SEMARANG – Polda Jateng melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, berhasil menangkap dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor antar provinsi.

Diketahui, bahwa kedua pelaku berinisial AR dan M, warga Probolinggo, Jawa Timur, yang melakukan aksinya di wilayah Pati dan Rembang.

Hasil kejahatan yang mereka lakukan itu, mereka jual kepada seorang pelaku penadah berinisial A di Jawa Timur. Pelaku A saat ini sudah ditetapkan sebagai buronan kepolisian Polda Jateng.

Sebelum tertangkap, Kedua pelaku sempat viral, karena terekam kamera CCTV saat mereka melakukan aksinya di sebuah minimarket wilayah Juwana Pati.

Dari tangan pelaku, Polisi Berhasil mengamankan sepucuk senjata airsoftgun yang belum digunakan pelaku, hanya untuk menakut nakuti pelaku.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani mengatakan, aksi pelaku pencurian tersebut terekam CCTV di sebuah minimarket.

Pengungkapan kasus pencurian ini, kata Djuhandani, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/231/VIII/2021/SPKT/Polsek Juwana/Polres Pati /Polda Jateng, tanggal 23 Agustus 2021.

“Pencurian terjadi pada Minggu (1/8/2021) sekira Pukul 21.00. Pelaku berboncengan berputar-putar mencari sasaran di minimarket. Pelaku merusak rumah kunci kendaraan dengan menggunakan kunci T saat ditinggal pemiliknya,” ujar dia saat konfrensi pers di Kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Senin (30/8/2021).

Djuhandani juga mengatakan, kedua pelaku ditangkap di Desa Lundo Jaken Pati pada Selasa (24/8/2021).

Kemudian, lanjut Dirreskrimum ini, kepolisian melakukan pengembangan, ditemukan barang bukti sebanyak 6 unit kendaraan bermotor hasil kejahatan di wilayah Kabupaten Probolinggo Jawa Timur yang disita dari pembeli di kampung tersebut.

“Saat penangkapan ditemukan sepucuk senjata airsoftgun berikut 6 selongsong peluru. Kami juga menyita kunci letter T dan 4 anak kunci, helm, dan jaket,” ungkapnya.

Kata dia, senjata airsoftgun yang ditemukan dari tangan pelaku untuk menakut-nakuti korbannya. Pelaku telah melakukan aksinya sebanyak 11 kali yakni 7 kali di Kabupaten Pati, dan 4 kali di Rembang.

“Proses penyidikan akan dilakukan bersama-sama Polres Rembang dan Pati,” jelasnya.

Masih kata Djuhandani, pelaku menjual hasil curian ke wilayah Lumajang dan Probolinggo Provinsi Jawa Timur ke penadah berinisial A yang saat ditetapkan buron.

Polisi saat ini sedang mencari keberadaan pelaku dan 4 unit sepeda motor lainnya, dari hasil kejahatan mereka yang belum ditemukan.

“Saat ini kami sedang mencari pengepulnya, kasus ini akan kami kembangkan dan kami perdalam lagi,” kata Djuhandani.

Dia menambahkan, Polisi juga akan melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah pelaku melakukan di TKP lain. Kedua tersangka merupakan pelaku dan belum pernah dihukum.

“Dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal 364 KUHP ayat 1 ke 4 e dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pelaku AR, mengakui telah 11 kali melakukan pencurian di Pati dan Rembang. Hasil curiannya dijual ke Lumajang Jawa Timur.

“Per unit sepeda motor mereka jual dengan harga kisaran Rp 3 juta hingga Rp 4 juta,” ujarnya.

Ia menuturkan, selama beraksi hanya sebagai joki untuk mencari sasaran. Proses eksekusi dilakukan oleh temannya berinisial M.

“Saya hanya joki saja, saat melakukan aksi itu, sedangkan motornya yang bawa kabur M, untuk dijual ke penadah,” kata dia.

Tersangka M menuturkan lagi, ia melakukan aksinya menggunakan kunci T. Dirinya belajar sendiri saat melakukan aksi pencurian.

“Saya menggunakan kunci T dan saya belajar sendiri tidak ada yang mengajari dalam aksinya,” ucapnya.

M juga mengakui hasil penjualan motor curian dibagi rata dengan temannya. Hasil penjual tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Hasil dari penjualan motor tersebut, kami bagi rata dengan teman saya, dan kita gunakan untuk kebutuhan sehari hari,” ungkapnya. (Bd).

banner 300250

News Feed