NasionalNewsSeputar Jateng

Banjir Genang 7 Lokasi di Semarang, Ini Sederet Faktanya

SEMARANG – Banjir terjadi di beberapa lokasi di Kota Semarang, kemarin. Banjir tersebut imbas dari hujan deras pada Senin (27/11) malam. Hingga kemarin sore, Jalan Kaligawe yang merupakan jalur Pantura masih terendam. Berikut sederet fakta seputar banjir di Semarang.

1. Banjir di Tujuh Lokasi

Selasa (28/11) pagi, ada tujuh lokasi di Semarang yang mengalami banjir dengan ketinggian air bervariasi. Kepala Seksi Kedaruratan Bencana BPBD Kota Semarang, Adhi Yulianto menyebut genangan terjadi akibat hujan intensitas tinggi sejak Senin (27/11) malam.

Hingga pukul 04.20 WIB, ada tujuh lokasi yang tergenang, lima di antaranya di wilayah Kecamatan Genuk. Ketinggian air mulai dari 30 sentimeter hingga 70 sentimeter. Dua di antaranya di Jalan Kaligawe (Jembatan tol) dan Jalan Kaligawe depan pintu masuk RSI Sultan Agung.

2. Arus Lalu Lintas Dialihkan

Salah satu lokasi banjir yaitu sekitar Kaligawe, dekat flyover tol. Kemarin sekitar pukul 09.30 WIB, di dekat proyek peninggian flyover tol Kaligawe terlihat genangan air dari arah Barat menuju Masjid Kubro. Beberapa kendaraan yang menerobos pun mogok.

“Genangan yang paling dalam saat ini di tikungan Kubro. Terboyo tergenang sedikit tapi masih bisa dilewati,” kata Kompol Ris Andrian Yudo Nugroho yang mengatur lalu lintas.
Rekayasa arus lalu lintas pun dilakukan, salah satunya dengan mengalihkan arus dari arah Demak menuju Kota Semarang lewat Jalan Woltermonginsidi.

3. Dua Sekolah Kebanjiran

Hingga pukul 11.00 WIB, halaman dan lapangan di SMP 20 Kota Semarang di Kelurahan Gebangsari, Genuk, masih tergenang air sisa hujan. Banjir juga menggenang di SMA 10 Kota Semarang, yang bersebelahan dengan SMP 20.

Menurut Kepala SMP 20 Semarang, Eko Suwanto, genangan air semacam itu sudah beberapa kali terjadi bila hujan deras cukup lama. Ketika ada genangan, siswa tetap diminta masuk sekolah.

“Memang akses ke sininya ada warga yang kebanjiran, itu ya kami minta untuk sepatunya dilepas dulu nanti kalau sudah sampai sekolah dipakai lagi, pakai sandal dulu,” jelasnya.

4. Walkot Sebut Rumah Pompa Rusak

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) menyebut salah satu penyebab banjir di antaranya rumah pompa rusak.

“Tadi malam kami pantau ternyata Kali Tenggang (rumah pompa) hanya berjalan tiga pompa saja, lainnya rusak dan saya kan sudah berkali-kali bicara dengan BBWS,” kata Ita di Tlogosari, Semarang, Selasa (28/11/2023).

Selain Rumah Pompa Kali Tenggang, Rumah Pompa Kali Sringin juga dinilai tidak maksimal. Pihaknya juga sudah mendatangkan mobil-mobil pompa untuk menyedot air yang menggenang di sekitar Jalan Kaligawe.

Rumah Pompa Kali Tenggang berada di Jalan Yos Sudarso atau jalur pantura dan Rumah Pompa Kali Sringin berada di Terboyo dekat dengan Jalan Kaligawe. Dua rumah pompa tersebut berfungsi menyedot air yang datang dari area sekitar Kecamatan Genuk.

5. Bangunan di Atas Kali di Nogososro Akan Dibongkar

Selain soal pompa, Walkot Ita juga menyebut faktor lain seperti sampah dan adanya bangunan yang menghambat aliran kali. Dia pun meminta bangunan di atas kali di wilayah Nogososro, Tlogosari, Semarang dibongkar.

“Saya sudah minta kepada teman-teman PU untuk segera dibongkar jembatan ini kami bilang pakai DTT atau pakai apa yang penting adalah dibongkar karena ini menjadi bottle neck yang ada di Nogososro ini,” tambahnya.

6 Kendala Pencegahan Banjir

Ita juga menjelaskan pihaknya telah berusaha melakukan pencegahan banjir, seperti dengan pengerukan sedimen dan memperbaiki saluran. Namun, hal tersebut juga menghadapi kendala.

“Kami juga sudah rapat dengan teman-teman PU itu di wilayah Muktiharjo ini banyak adanya eceng gondok tapi tidak bisa dilakukan pengambilan dengan alat karena di sampingnya ada rel kereta api di mana di situ juga ada listrik-listrik atau sinyalnya. Memang kita ini nonteknisnya banyak ya, contoh di Kaligawe kemarin kita juga sudah gali (pengerukan sedimen) tapi tidak bisa sampai dalam karena ada pipa gas,” bebernya.

7. Pantura Semarang-Demak Macet

Jalan Kaligawe Semarang yang merupakan jalur Pantura masih tergenang hingga kemarin pukul 17.00 WIB. Lokasi genangan berada di depan RSI Sultan Agung. Genangan air menutup jalan, baik arah menuju Semarang atau Demak.

Arus lalu lintas di jalan tersebut juga terlihat cukup padat. Kebanyakan pengendara memilih berjalan di tengah atau dekat median jalan yang mana genangannya lebih rendah.

Seorang sopir ojek online, Jumaini, menyebut genangan sore itu sudah lumayan surut. Adapun saat pagi, pemotor sampai tidak berani menerobos karena khawatir mogok.

 

Polrestabes Semarang, Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, Kota Semarang, Pemkot Semarang, Polda Jateng, Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfi, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto

Related Posts

1 of 5,594