NewsSeputar Jateng

Curhatan Netizen Ditarik Retribusi Saat Ibadah di Masjid Agung Demak

Demak – Beredar postingan netizen yang mempertanyakan pungutan retribusi saat salat di Masjid Agung Demak. Seperti apa faktanya?
Akun Instagram @infokejadiandemak, saat dilihat media pada Senin (9/1/2023), memposting soal curhatan netizen yang mempertanyakan pungutan retribusi di Masjid Agung Demak. Netizen itu mengaku ditarik retribusi yang semula Rp 75 ribu + Rp 15 ribu menjadi Rp 45 ribu + Rp 15 ribu.

“Duh, baru kali ini orang mau ibadah sholat di tarik retribusi. Apakah saya yang tidak tau atau belum pernah bawa tamu kesini ya? tadi sama mas2nya sudah saya bilang kalau tamuku cuma mau sholat dzuhur saja. Tapi beliau tetep tidak peduli, tetep minta uang tertibusi yang awalnya diminta 75rb+15rb parkir, karena eyel-eyelan jadinya 45rb+15rb parkir. Yang saya heran, cara beliau minta tertibusi dengan nyamperin kita di Bus pakai motor, bukan di tempat retribusi seperti tempat2 wisata pada umumnya. Pak Gubernur @ganjar_pranowo yang terhormat, apakah ini memang cara narik retribusi di masjid Agung Demak seperti ini ataukah ini murni Pungli ya? Mohon pencerahannya,” tulis netizen yang direpost @infokejadiandemak.

Saat dimintai konfirmasi, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Demak, Sugiharto mengatakan pihaknya meminta maaf terkait pelayanan di wilayah wisata religi Demak.

“Pada intinya kami minta maaf atas pelayanan dan penataan parkir di wilayah Tembiring, Kadilangu, dan Masjid Agung Demak. Namun biasanya pengunjung itu diarahkan tidak mau,” kata Sugiharto saat ditemui di kantornya.

Menurutnya, petugas di area parkir wisata religi telah dibekali sesuai peraturan daerah. Ia juga berpesan agar pengunjung dapat menjaga kebersihan saat beribadah maupun berziarah.

“Kaitannya dengan peziarah memang terkadang dari peziarah sendiri itu hanya kaitan dengan ibadah artinya salat. Tapi tidak menutup kemungkinan kita manusia, setelah ibadah itu juga kita ke makam, mendoakan para wali, kemudian di situ juga ada kaitan dengan museum. Tidak menutup kemungkinan seperti itu,” ujarnya.

“Ini juga menjadi perhatian pada pengunjung semuanya bahwa retribusi ini ketika kaitan dengan pengunjung di wisata religi ini, tidak menutup kemungkinan juga ditarik retribusi juga kaitan untuk pengunjung di situ. Baik kaitan dengan pengunjung juga kaitan dengan kebersihan,” imbuhnya.

Terkait retribusi di wisata religi diatur Peraturan Bupati Demak No. 39 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Peraturan Bupati No. 33 Tahun 2017 tentang perubahan tarif retribusi jasa usaha.

“Kaitan dengan wisata religi memang ada beberapa retribusi, ada tiga retribusi yang dikenakan oleh pihak pengunjung. Pertama kaitan dengan parkir, kaitan dengan pengunjung, dan kebersihan. Pengelola kaitan dengan wisata religi ini ada tiga instansi/OPD. Kalau untuk perparkiran ini Dinas Perhubungan, kalau untuk pengunjung ini Dinas Pariwisata, sedangkan kaitan dengan kebersihan yaitu di Dinas Lingkungan Hidup,” jelas Sugiharto.

“Jadi ada beberapa terkait dengan jenis penerimaan jasa retribusi. Sepeda Rp 2.000. Kendaraan kecil, sedan, pikap, jip Rp 5.000. Minibus dan sejenisnya Rp 15 ribu. Bus atau truk ini Rp 20 ribu,” ujarnya.

Pihaknya telah menata lokasi parkir sesuai kategori jenis kendaraan pada tiga tempat. Yakni kendaraan besar di Lapangan Tembiring dan Makam Sunan Kalijaga, kemudian kendaraan kecil di areal Masjid Agung Demak atau pada Pujasera.

“Kalau Tembiring itu untuk pool-nya kendaraan berat, artinya bus besar dan mini bus itu masuknya di sana. Kalau Kadilangu tidak memasalahkan karena di situ ada ruang parkir kaitan dengan kendaraan pribadi juga bisa, sedangkan untuk Masjid Agung Demak ini areal parkirnya diperuntukkan untuk kendaraan yang kecil. Sedan, elf. Sedangkan kalau bus besar diarahkan ke Tembiring maupun Kadilangu,” tuturnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah Cahyarini menyebutkan tarif di wisata religi Demak, pengunjung Rp 3.000 dan kebersihan Rp 15 ribu.

“Retribusi tempat rekreasi dan olahraga (pengunjung) Rp 3.000 per orang,” ujar Endah melalui pesan singkat.

Sementara retribusi kebersihan, bus besar Rp 10 ribu, bus sedang Rp 5.000, bus kecil Rp 5.000, dan mobil pribadi Rp 5.000.

 

#Polres Demak, #Kapolres Demak, #Kabupaten Demak, #Demak, #Polres Banjarnegara, #Kapolres Banjarnegara, #Banjarnegara, #Kabupaten Banjarnegara, #Pemkab Banjarnegara, #Polda Jateng, #AKBP Hendri Yulianto, #AKBP Budi Adhy Buono

Related Posts

1 of 5,293