Berita

Diterjang Hujan Deras, Jembatan Kaligiri Sirampog Brebes-Tegal Putus

Brebes – Jembatan yang jadi penghubung antara Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal di Dukuh Pereng, Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Brebes, putus. Putusnya Jembatan Glempang sepanjang 30 meter itu membuat warga kesulitan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Kaligiri, Khalimi mengatakan, jembatan ambruk akibat tergerus air saat hujan deras pada Rabu (2/4) sore hingga malam kemarin. Gerusan air Sungai Pedes mengikis tanah hingga jembatan itu ambruk.

“Kejadian Rabu petang kemarin saat hujan deras. Kondisi jembatan memang sudah mengalami kerusakan sebelumnya, tapi masih bisa dilewati kendaraan. Sekarang putus total, warga jadi kesulitan untuk beraktivitas,” kata Kalimi saat ditemui di lokasi, Kamis (3/4/2025).

Menurt dia, kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir kerap diguyur hujan deras. Sebelumnya, tidak jauh dari lokasi ini juga terjadi banjir bandang akibat hujan lebat.

Jembatan sepanjang sekitar 30 meter dengan lebar 3 meter ini sebelumnya menjadi akses utama bagi warga Kaligiri Sirampog Brebes yang ingin menuju Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, maupun sebaliknya.

Warga sekitar pun terdampak akibat kejadian ini. Warga daerah itu harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh.

Tidak hanya itu, putusnya jembatan ini berpotensi menghambat mobilitas warga dan mengganggu perekonomian lokal. Terutama bagi mereka yang bergantung pada jalur tersebut untuk berdagang maupun bekerja di wilayah seberang.

“Warga desa (Kalikgiri) yang mau ke Bumijawa harus menempuh rute lain, tapi jaraknya sangat jauh,” ujar Khalimi.

Pernyataan Khalimi diakui oleh warga setempat bernama Slamet (42). Ia mengaku setiap hari melewati jembatan tersebut menuju Bumijawa untuk mengantar dagangan. Namun karena Jembatan Glempang putus, dia terpaksa menempuh jalur lain.

Menurut dia, jalur alternatif itu hanya bisa dilalui sepeda motor. Kondisinya pun lumayan ekstrem sehingga jarang dilalui warga. Jalur itu melalui Dukuh Slada dan melintasi jembatan Kali Pedes. Tambahan waktu tempuh, kata Slamet jika tidak hujan bisa sampai 30 menit.

“Ada jalur lain, melalui Dukuh Slada, Kaligiri. Cuma esktrem jalurnya dan hanya motor. Itu pun harus hati hati. Makanya jarang ada yang melintasi,” ungkap Slamet.

sumber: detikjateng

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, Kombes Pol Artanto, Jawa Tengah, Jateng, Kombes Pol Ari Wibowo, AKBP Ike Yulianto Wicaksono, Artanto, Ribut Hari Wibowo

Related Posts

1 of 8,815