News

Hujan Deras, Jalur Kebumen – Banjarnegara Lumpuh Total Akibat Tanah Longsor

BANJARNEGARA – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kebumen bagian utara mengakibatkan tanah longsor menutup Jalur Kebumen – Banjarnegara, tepatnya di Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam, Minggu (4/12/2022) sore.

Akibat bencana tanah longsor Jalur Lokidang Kebumen tembus Banjarnegara mengalami lumpuh total. Jalur transportasi di wilayah tersebut tak dapat dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jumadi salah seorang warga Desa Giritirto mengatakan sedikitnya ada 10 titik longsor yang terjadi disepanjang Jalur Lokidang tembus Banjarnegara. Material longsor dengan ketinggian lebih dari satu meter menutupi badan jalan antar kabupaten tersebut.

“Akibatnya aktifitas transportasi di jalur Kebumen utara tembus Kabupaten Banjarnegara menjadi lumpuh total. Banyak warga yang harus berputar balik karena jalan tak bisa dilewati,” terang Jumadi.

Bahkan, akibat banyaknya titik longsor membuat warga sekitar yang sempat terjebak longsor memilih untuk meninggalkan kendaraan mereka di lokasi longsor dan pulang ke rumah dengan berjalan kaki.

“Bahkan tadi ada beberapa warga sekitar yang terjebak longsor dan harus balik dengan jalan kaki motornya tinggal di lokasi longsor,” ucapnya.

Terpisah, Bako Humas BPBD Kabupaten Kebumen Heri Purwoto saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan telah terjadi bencana tanah longsor di Dukuh Kalipranji, Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam.

BPBD menerima laporan terkait tanah longsor pada Minggu (4/12/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Ada 10 titik tanah longsor yang terjadi di sepanjang Jalur Lokidang tembus Banjarnegara yang belum lama diresmikan tersebut.

Heri menjelaskan, akibat tanah longsor tersebut banyak kendaraan yang terjebak di antara longsoran tanah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Warga sekitar berupaya memberikan rambu-rambu peringatan dan himbauan kepada pengguna jalan lain untuk putar balik karena jalan tak bisa dilewati tertutup material longsor.

“Melihat kondisi saat ini sudah malam dan sekitar lokasi turun hujan tidak dimungkin untuk proses evakuasi. Evakuasi akan kami lakukan pada besok (Senin) pagi dengan mengerahkan alat berat,” jelas Heri.

Heri menyebutkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk kegiatan pembersihan material tanah menggunakan alat berat. Melibatkan berbagai unsur elemen baik dari TNI, Polri, Dinas PUPR, Perhutani dan relawan.

Related Posts

1 of 237