News

Ini Penjelasan UDD PMI Banjarnegara Soal Donor Aman Saat Ramadan

BANJARNEGARA, Jateng – Ramadan tidak menjadi penghalang, bagi masyarakat yang ingin melakukan donor darah. Bahkan kegiatan ini tetap bisa dilakukan, meski dalam keadaan berpuasa Ramadan. Donor juga tidak membatalkan puasa.

Masalah donor darah selama Ramadan, juga sudah ada dalam fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang mengatakan bahwa pengeluaran darah atau darah yang keluar dari orang yang sedang berpuasa, tidak membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadah puasanya.

Proses donor darah, memang melukai tubuh karena bertujuan untuk mengambil darah dari tubuh orang tersebut atau populer sebagai pendonor. Donor darah juga tidak haram, sebab melukai tubuh berdasarkan kebutuhan yang syariat membenarkannya.

Masalah hukum tersebut, juga sudah ada kesepakatan dari para ulama yang ada di negeri ini. Bahkan hukum donor darah ini, juga sudah merujuk pada pendapat mayoritas ulama dan Hanabilah, persoalan menjadi jelas bahwa donor darah tidak membatalkan puasa.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Banjarnegara, dr. Syarah Mutia Dewi mengatakan, kegiatan donor darah dengan metode kedokteran dengan prinsip aman bagi pendonor dan pasien.

“Donor darah pada siang hari di bulan Ramadan ini tidak membatalkan puasa, karena tidak ada perihal yang membatalkan sesuai syariat,” katanya.

Namun, terkait adanya kekhawatiran pendonor menjadi lemas setelah melakukan donor di siang hari, maka anjurannya donor pada malam hari setelah berbuka puasa. Adapun jika tetap pada siang hari, pendonor cukup menambah makanan bergizi saat sahur dan minum air putih secukupnya.

“Masyarakat yang takut menjadi lemas atau ragu, bisa mendonorkan darahnya setelah waktu berbuka atau setelah salat tarawih,” katanya.

Dia mengatakan, kebutuhan darah saar Ramadan memang biasanya mengalami peningkatan. Untuk itu pihaknya melakukan inovasi, dalam melayani para pendonor di bulan Ramadan. Selain menggeser waktu pelaksanaan donor, PMI juga melakukan komunikasi dengan kelompok-kelompok pendonor potensial.

“Donor darah malam hari selama Ramadan, mungkin lebih baik karena secara metabolisme tubuh sudah terisi makanan dan cairan yang cukup. Secara psikologi juga pendonor lebih siap,” ujarnya.

sumber: serayunews

 

Polres Banjarnegara, Kapolres Banjarnegara, Pemkab Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Banjarnegara, Polres Rembang, Kapolres Rembang, Pemkab Rembang, Kabupaten Rembang, Rembang, AKBP Hendri Yulianto, Hendri Yulianto, AKBP Dandy Ario Yustiawan, Dandy Ario Yustiawan, Polda Jateng, Jateng, PoldaJawaTengah, JawaTengah, Polri, Polrestabes Semarang, Kodya Semarang, Kota Semarang, Semarang

Related Posts

1 of 681