KLATEN – Perlintasan sebidang kereta api (KA) tanpa palang pintu di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, kini dijaga selama 24 jam pascatabrakan mobil dengan KA yang merenggut dua nyawa pada Minggu (14/1/2024) lalu.

Ada empat sukarelawan yang secara bergantian menjaga perlintasan sebidang di Taji. Keempat sukarelawan itu dibagi dalam dua sif kerja dengan sif pertama pukul 08.00 WIB-20.00 WIB dan sif kedua 20.00 WIB-08.00 WIB.

Setiap sif ada dua penjaga. Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten mendirikan tenda sebagai pos sementara bagi para sukarelawan tersebut. Penjaga perlintasan itu juga diberi sejumlah peralatan pendukung seperti senter biasa serta senter pemberi isyarat.

Selain itu, ada handy talky (HT) dengan frekuensi yang terhubung ke petugas penjaga perlintasan sebidang yang berlokasi sebelum dan sesudah perlintasan di Desa Taji, Prambanan, Klaten, itu.

Saban bertugas, para penjaga di perlintasan sebidang tanpa palang di Taji mengenakan rompi. Mereka juga mendapatkan honor setiap bulan dari Dishub.

Para penjaga itu mulai bertugas sejak Senin (22/1/2024) atau sepekan setelah kejadian kecelakaan mobil dan KA di perlintasan sebidang tersebut pada Minggu (14/1/2024) sore.

Perlintasan sebidang yang menjadi jalur penghubung antara Desa Taji dengan Desa Pereng dan Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten, itu bakal dilengkapi palang pintu yang untuk sementara dibuat menggunakan bambu.

Para sukarelawan mendapatkan pelatihan singkat dari petugas Stasiun Brambanan soal penjagaan hingga mendapatkan jadwal KA yang akan melintas di perlintasan tersebut. Ada sekitar 120 jadwal kereta melintas selama 24 jam.

Sarana Penunjang
Empat sukarelawan yang menjaga perlintasan itu terdiri atas tiga orang warga Desa Taji dan satu orang dari Bantul, DIY. Seorang sukarelawan asal Bantul itu bernama Suhardi, 46, yang sejak sebelum ada insiden tabrakan mobil dengan KA sudah berjaga di perlintasan itu.

Suhardi menjaga perlintasan tanpa palang itu atas inisiatif sendiri, tidak ada yang menyuruh atau pun memberi upah selama empat bulan terakhir. Dia menjaga perlintasan itu lantaran rasa kemanusiaan untuk membantu warga ketika menyeberang.

Ditemui Solopos.com di perlintasan tersebut, Selasa (23/1/2024), Suhardi mengatakan peralatan seperti rompi serta senter diberikan oleh Camat Prambanan bersama Kades Taji, Senin. Sementara tenda disiapkan petugas dari Dishub.

Suhardi bersyukur akhirnya perlintasan sebidang tanpa palang pintu itu dijaga oleh beberapa sukarelawan dan sudah dibuat jadwal. “Ini semakin memantapkan untuk berjaga di sini,” kata Suhardi.

Ia menjelaskan untuk sementara penjagaan dibagi dalam dua sif. Dia berharap petugas bisa ditambah sehingga penjagaan bisa dibagi dalam tiga sif. Tujuannya agar sukarelawan bisa tetap prima berjaga di tempat itu.

Camat Prambanan, Puspo Enggar Hastuti, mengatakan setelah kejadian kecelakaan pada Minggu (14/1/2024) lalu, Kepala Dishub Klaten datang ke perlintasan sebidang di Taji untuk mengecek sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Pembuatan Palang Sementara
“Alhamdulillah ada tindak lanjut pada pekan lalu melalui koordinasi pihak terkait dan ditindaklanjuti dari Dishub ada empat sukarelawan. Satu sukarelawan dari Bantul karena memang sebelum ada kejadian sudah berjaga di sana tanpa pamrih, kemudian ditambah tiga orang dari warga Desa Taji,” kata Puspo.

Tenda yang didirikan merupakan dukungan dari Dishub Klaten yang menjadi pos sementara bagi para sukarelawan. “Ada pendampingan dari PT KAI dalam hal ini dari Stasiun Brambanan untuk memberikan pembekalan dan pengawasan,” jelas Puspo.

Upaya menempatkan sukarelawan yang menjaga perlintasan tanpa palang itu menjadi respons cepat setelah kejadiaan kecelakaan. Penyiapan sukarelawan hingga peralatan di perlintasan sebidang tanpa palang merupakan gotong royong Dishub, kecamatan, serta desa. Selanjutnya pemerintah desa segera membuat palang pintu sementara.

Kepala Dishub Klaten, Supriyono, mengatakan para sukarelawan itu mulai menjaga perlintasan sebidang tanpa palang di Taji, Prambanan, sejak Senin (22/1/2024). Dia juga membenarkan ada honor bagi para sukarelawan. “Semoga aman dan selamat tidak ada lagi kejadian seperti kemarin,” kata Supriyono.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan mobil menemper KA Gaya Baru Malam Selatan terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, Minggu (14/1/2024) sekitar pukul 16.45 WIB.

Akibat kecelakaan itu, dua orang di dalam mobil yakni sopir dan seorang penumpang meninggal dunia. Mereka yang merupakan bapak-anak asal Lamongan, Jatim, melaju dari arah selatan menuju utara atau dari arah Desa Sengon menuju simpang tiga WS atau menuju ruas jalan raya Solo-Jogja.

Sementara KA Gaya Baru Malam Selatan melintas dari arah timur ke barat atau dari arah Klaten menuju Jogja. Akibat kejadian itu, mobil sempat terseret sejauh 15-20 meter dari lokasi kejadian.

 

Polda Jateng, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Satake Bayu, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, Jawa Tengah, Jateng, AKBP Sigit, AKBP Suryadi, AKBP Erick Budi Santoso, Iptu Mohammad Bimo Seno, Kompol Joko Lelono, AKBP Hary Ardianto, AKBP Bronto Budiyono, #KerenTanpaKnalpotBrong, #JatengBebasKnalpotBrong, #StopKnalpotBrong