NewsSeputar Jateng

Pria Banjarnegara Bisa Ubah Sampah Plastik Jadi BBM, Hasilnya Sesuai Standar BP Migas

BANJARNEGARA Keprihatinan Budi Trisno Aji (42 tahun) asal Banjarnegara terhadap banyaknya sampah plastik yang tidak bernilai ekonomis memicunya membuat alat yang bisa mengubah sampah itu menjadi bahan bakar mintak ( BBM).

Budi yang kini mengelola Bank Sampah Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara menyebut tas kresek, plastik kemasan minyak goreng, styrofoam, dan ban bekas tidak mempunyai nilai ekonomis.

Budi menyebut sampah jenis itu sangat sulit dijual sehingga menumpuk sebanyak 42 ton.

Budi kemudian berpikir bahwa hanya sampah plastik tertentu yang bernilai ekonomi tinggi.

“Saya memulai 2014, pada tahun 2016 (terkumpul) 42 ton sampah plastik yang tidak bsia diolah. Dari situ kami berpikir, tanpa intervensi tekonolgi sampah plastik tidak akan terselesaikan, justru akan membebani pengelola bank sampah,” ucap Budi saat webinar Asosiasi Klaster Indonesia seri 55, Sabtu (28/1/2023) malam.

Singkat cerita, Budi kemudian melakukan riset dan mengembangkan mesin pirolisis untuk mengubah sampah plastik menjadi BBM.

Bahkan mesin pirolisis generasi terakhir yang dikembangkan Budi meraih juara pertama lomba Krenova Jawa Tengah.

“Dengan mesin itu, BBM yang keluar sudah memenuhi spesifikas produk di luar sana. Standar BP Migas, dan mesin kami ternyata mampu memenuhi standar itu,” kata Budi.

BBM yang dihasilkan dari mesin pirolisis buatannya kini banyak digunakan UMKM seperti penggilingan padi hingga kompor di rumah tangga.

“Bisa digunakan utk mesin diesel sampai mobil mewah seperti Pajero Sport dan Panther Touring,” ungkap Budi.

Namun pemasarannya masih terbatas untuk komunitasnya, karena terkendala regulasi.

Solar dijual kepada warga dengan harga Rp 8.500 per liter. Menurut Budi solar tersebut jauh lebih murah dibanding harga di pasaran.

“Solar yang dihasilkan ini setara dengan solar terbaik di pasaran yang dijual Rp 18.500 per liter. Sejauh ini tidak ada keluham dari warga yang memakai,” ujar Budi.

Budi mengatakan, BBM dari limbah plastik itu juga telah melalui uji laboratorium.

” Pertamina membantu uji kualitas produk. Pemerintah dan Pertamina beri support, yang penting tidak disalahgunkan untuk opolosan,” ujar Budi.

Budi juga mengeklaim, mesin pirolisis buatannya ramah lingkungan.

Budi menyebut, mesin pirolisis buatannya yang memiliki suhu maksimal di atas 300 derajat celsius ini mampu mengolah 1 kilogram sampah plastik menjadi 1 liter BBM.

BBM yang dihasilkan terdiri atas 80 persen jenis solar dan 20 persen jenis bensin.

“Prosesnya sekitar delapan jam, kalau plastiknya kering dan bersih bisa lebih cepat,” kata Budi.

Untuk biaya produksinya, kata Budi sangat efisien. Dia menggambarkan, untuk memproses 50 kilogram sampah plastik menjadi 50 liter BBM hanya memerlukan kayu bakar senilai Rp 10.000.

Budi berharap, dengan mesin pirolisis buatannya akan semakin banyak bank sampah yang bisa mandiri. Selain itu, dapat menarik anak muda untuk terjun mengelola bank sampah.

“Sesuai tujuan kami untuk memandirikan bank sampah dan menarik minat anak muda,” kata Budi.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com

#POLDA JATENG, #JATENG, #JAWA TENGAH, #HUMAS POLRI, #DIVHUMAS, #POLRI, #PRESISI, #KAPOLDA JATENG, #IRJEN POL AHMAD LUTHFI, #IQBAL ALQUDUSI, #BIDHUMAS POLDA JATENG, #POLRESTABES SEMARANG, #POLRES REMBANG, #POLRES DEMAK, #POLRES BANJARNEGARA, #PEMKAB BANJARNEGARA, #KABUPATEN BANJARNEGARA, #BANJARNEGARA

Related Posts

1 of 1,966