Breaking News

Telaga Putat Purbalingga Akan Dilengkapi Area Foto Underwater

hitamputih.co – Pengembangan obyek wisata Telaga Putat, Desa Serayu Larangan Kecamatan Mrebet ditunda sampai pelantikan kepala desa terpilih. Sebelumnya, pengerjaan telaga sempat ditunda sebelum pemilihan kepala desa pada Desember 2018 lalu.

Investor Telaga Putat, Dedi Kurniawan mengatakan keputusan tersebut diambil agar pihaknya bisa menyesuaikan nota kesepahaman dengan kebijakan pemimpin baru. Setelah terpilih, akan diselenggarakan musyawarah lagi baik dengan kades, perangkat desa dan masyarakat. “Kita cari win-win solution untuk semua pihak. Yang penting bagaimana caranya menangkap ikan tanpa membuat air keruh,” ujarnya, Selasa (26/2).

Dedi mengungkapkan, dengan dibangunnya telaga bisa meningkatkan pendapatan baik bagi desa maupun masyarakat sekitar. Sebab, sebelumnya aset desa itu hanya disewakan sebesar Rp 400 ribu sebagai lahan tanam selada air. Bagi hasil Telaga Putat nantinya akan dibagi masing-masing 50 persen untuk investor dan desa. Disamping itu, pengelolaan pun akan diserahkan kepada Pokdarwis dan Bumdes.

Telaga dengan luas sekitar 2.300 meter persegi itu rencananya akan dibuat area foto underwater dengan pemandangan bawah air berupa aquascape raksasa. Dasar kolam akan ditanami tanaman air dan dinding kolam ditata dengan batu hias. Sementara di sekitar telaga, warga bisa berkreasi membangun fasilitas lain untuk permainan anak, warung makan, homestay, atau area outbond.

“Kami ingin, telaga nanti berbeda dengan obyek wisata air lainnya. Telaga sebagai center dan masyarakat dilibatkan dengan menambah wahana secara mandiri. Jadi, telaga bukan sekedar dari investor tetapi masyarakat benar-benar terlibat dan memilikinya,” katanya.

Kepala Desa Serayu Larangan, Krisno Yuwono mengungkapkan mata air Telaga Putat bisa dikonsumsi secara langsung. Pihaknya juga telah merancang sistem kubikasi bagi mata air tersebut.

“Air juga digunakan oleh PDAM dan desa lain. Dalam satu detik 81 liter air mengalir, jika misalkan ditarik retribusi sebesar  Rp 200 per meter kubik. Setelah dihitung pendapatan mencapai 1/2 miliar pertahun. Ini pendapatan yang luar biasa bagi desa,” katanya.

 

Sumber : Satelit Post

Editor : ANC login by Polda Jateng

Related Posts

1 of 14,811