Presiden Prabowo Anugerahkan Nugraha Sakanti kepada 11 Satker Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Bogor – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti kepada 11 satuan kerja (satker) di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam upacara puncak Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan (Satlat) Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Penganugerahan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat." Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi negara kepada satuan-satuan Polri yang dinilai memiliki prestasi, dedikasi, serta jasa besar dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan memberikan manfaat nyata bagi kepentingan bangsa dan negara.
Prosesi penganugerahan dilakukan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan jajaran pimpinan Polri, pejabat pemerintah, pimpinan lembaga negara, serta ribuan peserta upacara. Sebelum penghargaan diserahkan, Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Kosasih, membacakan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2024 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti sebagai dasar pemberian penghargaan tersebut.
Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti merupakan penghargaan negara yang diberikan kepada kesatuan di lingkungan Polri yang menunjukkan pengabdian luar biasa, memiliki rekam jejak kinerja yang membanggakan, serta memberikan kontribusi signifikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 11 satuan kerja Polri menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, yakni:
Divisi Hukum Polri;
Pusat Keuangan (Puskeu) Polri;
Polda Metro Jaya;
Polda Banten;
Polda Sumatera Utara;
Polda Riau;
Polda Lampung;
Polda Jawa Tengah;
Polda Jawa Barat;
Polda Jawa Timur; dan
Polda Kalimantan Tengah.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi serta capaian kinerja satuan-satuan yang dinilai berhasil menjalankan tugas secara profesional, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat penegakan hukum, serta mendukung transformasi Polri yang semakin modern dan presisi.
Momentum penganugerahan Nugraha Sakanti juga menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, menjaga integritas, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol apresiasi, tetapi juga memotivasi seluruh satuan kerja agar terus menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Puncak Hari Bhayangkara ke-80 sendiri dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara dan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, pejabat TNI-Polri, tokoh nasional, serta ribuan peserta dari unsur Polri, TNI, dan masyarakat.
Selain penganugerahan tanda kehormatan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan parade pasukan, pemeriksaan pasukan oleh Presiden, demonstrasi kemampuan personel Polri, defile, pameran alat utama dan alat khusus kepolisian, serta berbagai kegiatan sosial sebagai implementasi tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat."
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat reformasi kelembagaan, menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa. Penganugerahan Nugraha Sakanti kepada 11 satker menjadi salah satu bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan kontribusi nyata jajaran Polri dalam mendukung pembangunan nasional serta menjaga stabilitas keamanan Indonesia. (*)