Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Tebar Kepedulian Lintas Iman Lewat Aksi Bakti Religi dan Bantuan Sosial

Share
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Bali Tebar Kepedulian Lintas Iman Lewat Aksi Bakti Religi dan Bantuan Sosial

BADUNG – Semangat kebersamaan, toleransi, dan pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polda Bali menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan Bakti Religi, personel kepolisian turun langsung ke sejumlah tempat ibadah di wilayah Tuban, Kuta, dan sekitarnya untuk melaksanakan aksi sosial berupa bersih-bersih lingkungan, penyerahan bantuan sosial, hingga memperkuat silaturahmi lintas agama.

Kegiatan yang berlangsung serentak pada Jumat (19/6) tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berorientasi pada penguatan institusi, tetapi juga menegaskan komitmen Polri dalam membangun hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.

Sejak pagi hari, personel gabungan dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) dan Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Bali telah berkumpul dan bergerak menuju sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kegiatan. Aksi sosial tersebut dipimpin langsung oleh PS. Kabagbinops Ditlantas Polda Bali, Kompol Ruli Agus Susanto, yang bertindak sebagai Ketua Seksi Bakti Religi dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80.

Empat tempat ibadah yang menjadi lokasi kegiatan meliputi Masjid Nurul Huda Tuban, Gereja Ekklesia Tuban, Pura Jagat Tirta Tuban, serta Pura Tegal Melakang yang berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pemilihan lokasi yang merepresentasikan berbagai keyakinan tersebut menjadi simbol kuat komitmen Polri dalam merawat keberagaman dan memperkuat nilai toleransi yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Bali.

Di setiap lokasi, kegiatan diawali dengan doa dan persembahyangan bersama sesuai keyakinan masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual sekaligus memohon kelancaran dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Setelah rangkaian doa selesai, para personel secara bersama-sama melaksanakan aksi bersih-bersih di lingkungan tempat ibadah. Mulai dari membersihkan halaman, merapikan area sekitar, hingga memastikan fasilitas pendukung ibadah berada dalam kondisi nyaman dan bersih untuk digunakan masyarakat.

Suasana kebersamaan tampak begitu terasa ketika personel kepolisian dan pengurus tempat ibadah bekerja berdampingan. Tidak ada sekat maupun perbedaan yang terlihat, seluruh pihak berbaur dalam semangat gotong royong demi menciptakan lingkungan ibadah yang lebih bersih dan nyaman.

Tidak berhenti pada aksi sosial berupa kerja bakti, Polda Bali juga menyerahkan bantuan sosial dan perlengkapan kebersihan kepada masing-masing pengurus tempat ibadah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mendukung pemeliharaan fasilitas ibadah sekaligus menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kompol Ruli Agus Susanto bersama jajaran personel yang terlibat dalam kegiatan. Kehadiran bantuan tersebut disambut hangat oleh para pemangku, pengurus masjid, gereja, maupun pura yang menjadi sasaran kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Ruli menegaskan bahwa Bakti Religi bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang Hari Bhayangkara, melainkan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Menurutnya, Polri memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan keharmonisan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan seperti Bakti Religi menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Pelaksanaan Bakti Religi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian tidak hanya terlihat dalam tugas penegakan hukum dan pengamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan terus digelar oleh Polda Bali sebagai bentuk implementasi Polri Presisi yang humanis dan responsif. Melalui kegiatan tersebut, Polri ingin memastikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keamanan, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sosial masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara personel kepolisian dan para pengurus tempat ibadah sebagai simbol kuatnya sinergi, persaudaraan, dan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

Dengan suasana yang penuh keakraban dan semangat kebersamaan, kegiatan Bakti Religi Polda Bali berlangsung aman, tertib, dan lancar. Momentum ini sekaligus menjadi pesan bahwa Hari Bhayangkara bukan hanya perayaan institusi kepolisian, melainkan juga momentum memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan pengabdian kepada seluruh lapisan masyarakat. (*)

Read more